Sabtu, 05 November 2011

Teknologi Metabolisme

Teknologi Metabolisme


Teknologi yang berkaitan dengan metabolisme makanan seringkali dihubungkan dengan pola makan seseorang. Pola makan yang sembarangan tanpa memperdulikan tingginya kalori yang di konsumsi bisa mengakibatkan kegemukan. Selain itu, penderita diabetes melitus dianjurkan untuk mengonsumsi makanan berkalori rendah. Ada juga produk pengolahan makanan bertujuan untuk mendapatkan makanan dengan kualitas tinggi yang dapat di gunakan secara cepat atau disebut Teknologi subtitusi energi
1. Teknologi Subtitusi Energi
Teknologi subtitusi energi dari produk pengolahan makanan bertujuan untuk mendapatkan makanan dengan kualitas tinggi yang dapat di gunakan secara cepat. Misalnya, makanan makanan suplemen dan cairan infus.
A. Cairan Infus
Cairan infus adalah cairan steril yang dimasukkan melalui bawah pembuluh vena. Cairan yang dimasukkan biasanya larutan garam fisiologis, glukosa, obat, atau plasma darah. Cairan infus yang diberikan bertujuan untuk menjaga keseimbangan caiaran dan elektrolit dalam tubuh sehingga metabolisme tubuh dapat kembali berjalan normal.
B. Makanan suplemen
Ide pemunculan makanan bersuplemen tinggi ini didorong oleh kesibukan masyarakat perkotaan yang sibuk dan penuh tekanan akan keadaan lingkungan. Mereka yang hidup di daerah yang sibuk dan penuh dengan polusi memerlukan formula yang mampu menyediakan zat gizi seimbang untuk pemenuhan kebutuhan dan penawar racun yang berfungsi sebagai antioksidan. Suplemen makanan ini tidak bisa dikonsumsi secara bebas karena sifatnya sebagai penyeimbang kebutuhan gizi. Faktor lain yang mendukung pemunculan makanan suplemen ini adalah perubahan pola hidup seseorang.
Kesibukan dan kurangnya persiapan makanan dengan menu seimbang ditambah lagi kebiasaan mengkonsumsi makanan olahan dengan bahan pengawet dan zat tambahan akan mempengaruhi asupan gizi. Kurangnya olahraga juga merupakan salah satu faktor pemicu munculnya makanan suplemen karena pandangan yang salah di masyarakat. Masyarakat menganggap hal itu bisa diatasi dengan mengkonsumsi makanan suplemen.Makanan suplemen atau lebih dikenal dengan food suplement adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan yang mengandung satu atau lebih kombinasi bahan.
Vitamin, mineral, tumbuhan, bahan tumbuhan, asam amino, konsentrat, atau bahan lainnya digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan suplemen. Makanan suplemen bisa berbentuk cair atau tablet.Makanan suplemen tidak ditujukan untuk mencegah atau mengobati suatu penyakitTetapi sebagai usaha untuk pemeliharaan kesehatan. Makanan suplemen tidak di perlukan lagi apabila makanan yang di konsumsi apabila makanan yang di konsumsi setiap hari mengandung gizi yang seimbang.
Makanan suplemen lebih di butuhkan oleh orang lanjut usia karena metabolisme dalam tubuh mereka telah berkurang. Penggunaan makanan suplemen di anjurkan pada orang yang baru sembuh dari sakit. Saat sakit, organ-organ tubuh terganggu sehingga mereka memerlukan makanan suplemen dan vitamin selama masa penyembuhan untuk mendukung metabolisme tubuh.
Hemaviyon merupakan Makanan Suplemen Dan Bervitamin
Dalam keadaan stres, tubuh akan menguras cadangan glukosa dalam tubuh. Cadangan glukosa ini diambil dari persediaan protein dan karbohidrat untuk memenuhi energi yang banyak terbuang. Stres juga memicu ginjal untuk mengeluarkan berbagai macam mineral penting dari dalam tubuh. Kekurangan mineral penting seperti magnesium, seng, dan kalsium akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Untuk itu, salh satu cara yang cepat mengatasi masalah tersebut adalah dengan mengonsumsi makanan suplemen.
2. Makanan berkadar gula rendah
Makanan dengan kadar gula rendah bahkan tidak memiliki nilai kalori sama sekali berupa pemanis buatan. Namun, penggunaan pemanis buatan ini kadang kala disalah gunakan untuk menekan ongkos produksi suatu bahan.
A. Sakarin
Sakarin merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan 500 kali lebih manis daripada gula pasir. Sakarin berbentuk kristal putih. Dosis yang diperbolehkan bagi penggunaan sakarin adalah kurang dari 1 gram per hari. Sakarin tidak dapat dimetabolisme tubuh. Sakarin dibuang melalui air seni.
B. Sukralosa
Sukralosa dikenal juga sebagai trichlorogalactosucrose, merupakan pemanis buatan dengan tingkat kemanisan sangat tinggi mencapai 600 kali dibanding sukrosa (gula meja). Sukrosa tidak memberikan kontribusi energi tambahan pada produk yang mempergunakannya. Sukralosa tidak bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker), gangguan reproduksi (kesuburan) ataupun risiko-risiko neurologik (saraf). Dosis yang diperbolehkan untuk mengkonsumsi sukralosa 0 sampai 15 mg/kg berat badan.
Produk Sukralosa dikenal juga sebagai trichlorogalactosucrose
C. Aspartam
Aspartam merupakan pemanis buatan berbentuk serbuk berwarna putih, tidak berbau, dan bersifat higroskopis. Aspartam memiliki tingkat kemanisan kira-kira 200 kali lebih manis daripada gula pasir. Dosis yang diperbolehkan bagi pengguna aspartam adlah 40mg per hari. Setiap gram aspartam menghasilkan 4 kalori. Di antara semua pemanis tidak berkalori, hanya aspartam yang mengalami metabolisme. Tetapi proses pencernaan aspartam juga seperti proses pencernaan protein lain.
D. Asesulfam Potasium
Asesulfam potasium memiliki tingkat kemanisan sekitar 200 kali dibandingkan sukrosa (gula meja). Asesulfam potasium tidak memberi kontribusi kalori dan juga tidak dimetabolisme oleh tubuh sehingga dikeluarkan melalui urin tanpa mengalami perubahan. Asesulfam dapat meningkatkan derajat kemanisan makanan bila dicampur dengan pemanis lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar